Ukuwah Islamiah: Berada Di Dalam Kebenaran <meta content='tata cara sholat sunah kata-kata hikmah ukuwahislamiah serta kursus bloger dan pasar modal ada free template juga' name='description'/> <meta content='free template, cara sholat, dhuha, tahajud, kursus blogger, ukuwahislamiah, kata-kata hikmah, sholat khusuk, belajar blogger,tip dan trik blogspot, pesantren,alquran online,tutorial blog' name='keywords'/> <meta content='INDEX, FOLLOW' name='ROBOTS'/>

11 Jun 2009

Berada Di Dalam Kebenaran

12/4[30] - Diriwayatkan dari Shuhaib, bahwasanya Rasulullah pernah bersabda: "Pada zaman dahulu sebelum kamu sekalian, ada seorang raja yang mempunyai tukang sihir. Kemudian ketika tukang sihir itu telah lanjut usia, ia berkata kepada rajanya: "Sesungguhnya aku sekarang telah berusia lanjut, maka datangkanlah seorang pemuda yang akan aku ajari ilmu sihir." Maka raja itu mengirimkan seorang pemuda untuk belajar sihir kepadanya.

Ketika sang pemuda berangkat menuju tukang sihir itu, di tengah jalan ia berjumpa dengan seorang pendeta. Maka pemuda itu menghentikan perjalanannya dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh pendeta tersebut, yang menyebabkan ia terlambat datang ke tempat tukang sihir. Ketika pemuda itu sampai ke tempat tukang sihir, maka dipukullah pemuda itu.

Kemudian ia mengadukan perbuatan tukang sihir itu kepada si pendeta. Lantas si pendeta berkata kepadanya: "Jika kamu takut kepada tukang sihir maka katakanlah bahwa keluargaku menahanku, dan jika kamu takut kepada keluargamu, maka katakanlah bahwa tukang sihir itu menahanku."

Suatu hari, ketika ia sedang berjalan, ia menjumpai seekor binatang buas berada di tengah jalan, yang menyebabkan manusia menghentikan perjalanannya. Pada saat itu si pemuda berkata: "Wahai Tuhanku, sekiranya ajaran pendeta lebih Engkau sukai, maka binasakanlah binatang buas itu agar manusia dapat meneruskan perjalanannya." Lalu ia melempar binatang buas itu dengan sebuah batu, maka matilah binatang buas tersebut dan manusia pun bisa melanjutkan perjalannya.

Lalu ia mendatangi pendeta dan menuturkan peristiwa yang baru saja dialaminya. Sang pendeta berkata kepadanya: "Wahai anakku, kamu sekarang telah menjadi orang yang lebih baik dari aku, karena kamu telah meguasai semua ilmu yang pernah aku ajarkan kepadamu, dan kamu nanti akan mendapatkan ujian. Bila saatnya datang, janganlah kamu pernah menyebut-nyebut namaku."

Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan orang yang buta, belang dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Sampailah berita bahwa penasihat raja terjangkit sakit mata hingga buta. Ia sudah berobat kemana-mana, tapi tak kunjung sembuh. Maka ia didatangkan kepada sang pemuda dengan membawa beraneka ragam hadiah seraya berkata: "Apakah kamu dapat menyembuhkan penyakitku ini?"

Sang pemuda menjawab:" Aku tidak bisa menyembuhkan seorangpun, yang menyembuhkan penyakit itu adalah Allah swt. Jika engkau beriman kepada Allah swt. maka aku akan berdo'a kepada-Nya agar Dia menyembuhkan penyakitmu." Maka berimanlah orang itu dan disembuhkan-Nya penyakit yang dideritanya.

Lalu orang itu datang kepada sang raja dan duduk-duduk bersamanya sebagaimana biasanya.

Sang raja bertanya kepadanya: "Siapakah yang telah menyembuhkan penyakit (mata)mu itu?"

Ia menjawab: "Tuhanku"

Sang raja berkata: "Apakah kamu mempunyai tuhan selain aku?"

Ia menjawab: "Tuhanku dan Tuhammu adalah Allah swt."

Lalu sang raja menyiksanya, hingga ia menunjuk pada pemuda yang telah mengajarinya.

Maka sang pemuda dipanggil oleh raja, dan berkatalah ia kepada sang pemuda: "Hai anakku, sihirmu sangat ampuh, sehingga kamu dapat menyembuhkan orang buta, penyakit belang dan kamu bisa berbuat ini dan itu."

Sang pemuda menjawab: "Sesungguhnya yang bbisa menyembuhkan segala penyakit adalah Allah swt."

Maka sang pemuda langsung disiksa, sehingga ia menunjuk pada seorang pendeta. Maka dipanggillah sang pendeta untk menghadap raja serta dikatakan kepadanya: "Kembalilah kamu kepada kepercayaanmu semula."

Tetapi pendeta itu enggan. Lalu sang raja memerintahkan untuk diambilkan gergaji dan digergajilah tubuhnya hingga terbelah dua. Kemudian dipanggilah pemuda tadi dan dikatakan kepadanya: "Kembalilah kamu kepada kepercayaanmu semula." Tetapi pemuda itu enggan melakukannya.

Maka sang raja memerintahkan pasukannya untuk membawa pemuda itu ke sebuah gunung. Dan bila sudah berada di puncaknya, mereka disuruh memaksa pemuda itu untuk kembali kepada agamanya semula, dan bila ia menolaknya, maka ia akan dilemparkan dari puncak gunung hinga mati.

Pasukan itu membawa sang pemuda ke puncak gunung. Di sanalah sang pemuda itu berdo'a: "Ya Allah, selamatkanlah aku dari kejahatan mereka sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki." Maka bergoncanglah gunung itu, sehingga pasukan itu berjatuhan dari atas gunung.

Kemudian datanglah pemuda itu menghadap sang raja, lantas raja itu bertanya kepadanya: "Apa yang telah diperbuat pasukanku terhadapmu?"

Sang pemuda menjawab: "Allah swt. telah menyelamatkan aku dari kejahatan mereka."

Lalu sang raja memerintahlan pasukannya yang lain untuk membawa pemuda itu untuk menaiki kapal laut. Dan bila sudah berada di tengah lautan, mereka supaya memaksa pemuda itu kembali kepada kepercayaan semula. Dan bila ia menolak, maka pasukan itu diperintahkan untuk membuang pemuda itu ke tengah laut.

Ketika sang pemuda berdo'a: "Ya Allah, selamatkanlah aku dari kejahatan mereka sesuai degan apa yang Engkau kehendaki." Kemudian terbaliklah kapal itu dan tenggelamlah pasukan raja seluruhnya.

Pemuda itu mendatangi raja kembali, dan sang raja berkata kepadanya: "Apa yang telah diperbuat pasukanku terhadapmu?"

Sang pemuda menjawab: "Allah swt. telah menyelamat aku dari kejahatan mereka."

Pemuda itu berkata kepada sang raja: "Sesungguhnya engkau tidak akan dapat membunuhku, sehingga engkau melakukan apa yang aku perintahkan kepadamu."

Sang raja itu bertanya: "Apa yang ingin engkau perintahkan kepadaku?"

Sang pemuda menjawab: 'Kumpulkanlah manusia di sebuah padang, dan saliblah aku di sebuah tiang, kemudian ambillah anak panahku dari tempatnya dan letakkanlah pada busurnya, kemudian lesatkanlah ia seraya engkau berucap: "Bismillah Rabbil Ghulam. (Dengan menyebut nama Allah, tuhan pemuda ini). Lalu lepaskanlah anak panah itu kepadaku, niscaya engkau dapat membunuhku."

Kemudian sang raja mengumpulkan manusia di sebuah padang dan mengikat pemuda itu di sebuah tiang, lalu ia mengambil anak panah dari tempatnya dan diletakkan pada busurnya, kemudian ia membaca: "Bismillah Rabbil ghulam."

Lantas melepaslah anak panah itu menuju pemuda itu dan tepat mengenai pelipisnya. Pemuda itu memegang pelipisnya seiiring degan kematiannya yang menghampirinya.

Pada saat itulah manusia berkata: "Kami beriman kepada Tuhannya pemuda ini."

Ada salah seorang yang menyampaikan berita ini kepada sang raja seraya berkata: "Ketahuilah bahwa apa yang engkau kwatirkan telah menjadi kenyataan. Tetapi demi Allah, kekwatiranmu itu sudah tidak ada gunanya lagi, karena manusia seluruhnya telah beriman."

Kemudian sang raja memerintahkan untuk dibuatkan parit yang luas pada setiap persimpangan jalan. Dan pada setiap parit itu supaya dinyalakan api. Raja memerintahkan, siapa saja yang tidak mau kembali kepada agama semula, agara dilemparkan ke dalam parit itu.

Maka pada saat titah sang raja diaksanakan, ada seorang wanita yang membawa bayinya, merasa sangat kasihan kalau ia beserta bayinya dilemparkan ke dalam parit yang menyala, akan tetapi bayi itu justru berkata kepada ibunya: "Wahai ibuku, bersabarlah engkau karena egkau berada di dalam kebenaran."

H.R.Muslim (3005)


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa kasih komentar ya.... tapi yang membangun maklum pemula hehehe

Advertensi

 
Add to Technorati Favorites PageRank DigNow.org Join My Community at MyBloglog!

Statistik

Design Template By Syarham.com @ 2008