Ukuwah Islamiah: IRI TIADA HENTI <meta content='tata cara sholat sunah kata-kata hikmah ukuwahislamiah serta kursus bloger dan pasar modal ada free template juga' name='description'/> <meta content='free template, cara sholat, dhuha, tahajud, kursus blogger, ukuwahislamiah, kata-kata hikmah, sholat khusuk, belajar blogger,tip dan trik blogspot, pesantren,alquran online,tutorial blog' name='keywords'/> <meta content='INDEX, FOLLOW' name='ROBOTS'/>

30 Mei 2009

IRI TIADA HENTI


Ada seorang pemecah batu yang melihat seorang kaya.
Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi orang kaya.
Ketika ia sedang bepergian dengan keretanya, ia harus memberi jalan kepada seorang pejabat.
Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.



Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari.
Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari.
Ketika ia sedang bersinar terang, sebuah awan hitam menyelimutinya.
Iri dengan selubung awan, tiba-tiba ia berubah menjadi awan.
Ketika ia sedang berarak di langit, angin menyapunya.
Iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba ia berubah menjadi angin.

Ketika ia sedang berhembus, ia tak kuasa menembus gunung.
Iri dengan kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung.
Ketika ia sedang bertengger, ia melihat ada orang yang memecahnya.
Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu.
Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu.

Karena kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidak ada yang betul-betul lebih tinggi atau lebih rendah.
Kehidupan ini baik-baik saja kok... sampai Anda mulai membanding-bandingkan.

Kata Sang Guru: "RASA BERKECUKUPAN ADALAH KEKAYAAN TERBESAR."
Pengejaran KEUNTUNGAN, KETENARAN, PUIAN, dan KESENANGAN bersifat TIADA AKHIR karena roda kehidupan terus berputar, silih berganti dengan KERUGIAN, KETIDAKTENARAN, CELAAN, dan PENDERITAAN.
Inilah DELAPAN KONDISI DUNIAWI yang senantiasa mengombang-ambingkan kita sepanjang hidup.

Kebahagiaan terletak pada KEMAMPUAN untuk MENGEMBANGKAN PIKIRAN dengan SEIMBANG, TIDAK MELEKAT terhadap DELAPAN KONDISI DUNIAWI.
Boleh-boleh saja kita menjadi kaya dan terkenal, namun orang bijaksana akan hidup tanpa kemelekatan terhadap delapan kondisi duniawi. KEBEHAGIAAN SEJATI TIDAKLAH TERKONDISI OLEH APAPUN.
Be Happy!

Oleh Syafrudin Yahya @ Discussion Board

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa kasih komentar ya.... tapi yang membangun maklum pemula hehehe

Advertensi

 
Add to Technorati Favorites PageRank DigNow.org Join My Community at MyBloglog!

Statistik

Design Template By Syarham.com @ 2008